TITIK ABSEN / LAPANGAN

Setiap hari kerja dimulai dari satu catatan: siapa yang hadir.

Pukul 05.47 di sebuah titik kerja. Shift pagi belum mulai, dan seorang penyelia membuka kertas absensi yang sudah lecek di ujungnya. Ada nama yang kemarin tidak masuk tanpa kabar. Ada tanda tangan yang mirip tanda tangan orang lain. Dan jam 07.00 nanti, semua orang akan ditanya satu hal yang sama: hari ini kita lengkap atau tidak.

Siftara mengganti kertas itu dengan catatan yang lahir sebagai bukti. Dari HP karyawan sendiri: foto wajahnya, titik lokasinya yang dikonfirmasi akurasinya di peta, jam kedatangannya, dan persetujuan atasan yang tercatat rapi sampai menjadi rekap.

Program pilot tertutup gelombang pertama, untuk perusahaan dengan tim di lapangan, pabrik, mal, atau gerai.

CERITANYA

Satu catatan, menemani dari gerbang sampai meja Anda.

Ikuti satu catatan saja. Ia dibuat pukul 06.58 di titik absen, oleh orangnya sendiri, dengan foto dan titik lokasi yang tidak bisa dititipkan. Sebelum briefing pagi, penyelia sudah melihatnya dan tahu persis siapa yang kurang. Siang hari, catatan itu berjalan sendiri ke kotak masuk atasan, lalu ke HR, tanpa satu pun pesan chat tambahan. Akhir bulan, ia sudah duduk manis di dalam rekap, sama persis seperti saat ia dibuat, tidak berubah oleh ingatan siapa pun. Itulah bedanya catatan yang dibuat sekali di lapangan dengan catatan yang disusun belakangan di kantor.

ABSEN

Dibuat di titik lokasi oleh orangnya.

KONFIRMASI

Diperiksa akurasi dan keaslian posisinya.

PERSETUJUAN

Diputuskan atasannya dan tercatat.

REKAP

Tersusun menjadi rekap untuk manajemen.

Ilustrasi suasana briefing pagi: kru berhelm dan berrompi keselamatan berjalan masuk melalui gerbang area kerja menuju bus karyawan, dilihat dari belakang
Ilustrasi suasana briefing pagi di gerbang area kerja, dibuat dengan bantuan AI. Bukan foto sungguhan, dan tidak menggambarkan klien tertentu.

LIHAT SENDIRI

Jangan percaya halaman ini. Lihat catatannya.

Beginilah satu catatan kehadiran tampil di depan atasan. Ada wajahnya. Ada titiknya, tertulis akurasi GPS-nya. Ada jamnya. Ada nama yang sudah menyetujui. Tampilan di bawah ini digambar dari aplikasi aslinya, dengan data contoh.

Peta menunjukkan posisinya, tombol menyala saat akurasinya cukup.

Peta menunjukkan posisi karyawan dan seberapa teliti GPS-nya. Tombol absen menyala hanya setelah bacaannya cukup baik dan ia benar-benar berada di titik absennya.

Selfie diambil, catatan berangkat membawa bukti.

Ia mengambil selfie. Catatan berangkat membawa foto, jam, dan titik lokasi. Lokasi palsu yang terdeteksi ditolak saat itu juga, dan percobaannya tercatat untuk ditindaklanjuti atasan.

Atasan memutuskan, HR menyusun rekap dari catatan yang sama.

Atasan melihat catatan itu di pantauan absensi, memutuskan pengajuan yang menyertainya, dan HR menyusun rekap dari catatan yang sama persis.

Titip absen kehilangan tempat bersembunyi.

Setiap catatan terikat pada wajah dan titik lokasi orangnya.

Pengajuan tidak lagi berhenti di tengah chat.

Cuti, izin, sakit, dan koreksi absensi bergerak dalam satu kotak masuk, dari atasan sampai HR, dan setiap keputusan tercatat.

Meminta orang dan budget menjadi keputusan yang bisa ditengok kembali.

Rantai persetujuannya tertulis: siapa mengajukan, siapa menyetujui, kapan.

Sinyal hilang bukan lagi alasan catatan hilang.

Absensi tersimpan di HP dan berangkat saat koneksi kembali.

PENGGAJIAN

Dan di akhir bulan, catatan itu menjadi gaji.

Ikuti catatan yang sama satu langkah lagi. Kehadiran, cuti yang disetujui, dan lembur yang disetujui sudah terkumpul sepanjang bulan, jadi HR tidak mengetik ulang apa pun ke spreadsheet di akhir bulan. Siftara menghitung gaji untuk siklus bulanan, mingguan, dan harian. Pajaknya dihitung dengan TER, iuran BPJS memakai plafon terbaru, THR dihitung menurut masa kerja dan berjalan sebagai run tersendiri, dan cicilan pinjaman karyawan dipotong otomatis dengan batas aman setengah gaji. Sebelum terbit, run gaji itu diperiksa dan disetujui orang kedua. Sesudah terbit, angkanya menjadi catatan permanen yang tidak berubah lagi. Dari data yang sama keluar slip gaji untuk setiap karyawan, rekap pajak, rekap BPJS, berkas transfer bank, jurnal, rekap biaya dibandingkan anggaran, kalender tenggat setor dan lapor, dan formulir 1721-A1.

TER PPH 21 (PP 58/2023)
REKONSILIASI PASAL 17 DI DESEMBER
BPJS PLAFON TERBARU
UJI JALAN PARALEL 28 DARI 28

Pajak bulanan memakai tarif efektif rata-rata, lalu ditutup rekonsiliasi Pasal 17 setiap Desember. Iuran BPJS dihitung dari basis dan plafon yang berlaku, termasuk plafon upah JP Rp11.086.300 sejak Maret 2026. Dan sebelum kami berani menulis semua ini, mesin hitungnya kami sandingkan dengan hitungan manual di Excel, besaran demi besaran: 28 dari 28 cocok, termasuk kasus Gross-Up dari contoh resmi DJP.

ALAT GRATIS

Oleh-oleh dulu, sebelum bicara apa pun.

Anda belum perlu memakai Siftara untuk terbantu membaca absensi kru Anda. Mulai dari sini.

Membaca pola dari rekap yang sudah ada

Buka rekap bulan lalu dan cari tiga pola ini. Pertama, keterlambatan yang menumpuk di hari dan titik yang sama biasanya bercerita soal perjalanan dan jadwal, bukan soal orangnya. Kedua, nama yang di kertas selalu tepat waktu tetapi tidak pernah terlihat di lapangan patut diperiksa dengan baik-baik, karena di situlah titip absen biasanya tinggal. Ketiga, selisih kecil yang muncul setiap minggu hampir selalu lahir dari catatan yang ditulis belakangan, dari ingatan. Tiga pola ini yang paling sering kami temui, dan ketiganya bisa Anda periksa sore ini juga dari catatan yang sudah Anda punya.

Template Rekap Absensi Bulanan

Format Excel, untuk menyusun rekap bulanan kru Anda dengan kolom yang sudah rapi.

Unduh template (Excel)

Minta Demo Pilot

DI LAPANGAN

Pagi di titik absen, sore sudah di rekap.

Karyawan membuka Siftara di HP-nya sebelum bekerja. Peta menunjukkan posisinya, dan ia menekan Perbarui Lokasi sampai akurasinya bagus. Tombol absen menyala, ia mengambil selfie, selesai. Tidak ada antre di kertas yang sama. Tidak ada foto yang dikirim ke grup untuk kemudian dicari-cari. Sore harinya, atasan membuka pantauan absensi dan melihat hari itu apa adanya: siapa hadir di titik mana, dan pengajuan apa yang menunggu keputusannya. Cocok untuk proyek konstruksi, pabrik, mal, gerai ritel, gudang, distribusi, dan titik kerja lain yang timnya jarang duduk di kantor.

PROGRAM PILOT

Siftara tidak lahir di ruang rapat.

Ia lahir dari pagi-pagi seperti di atas, dari kertas yang lembap, rekap yang telat, dan persetujuan yang hilang di tengah chat. Karena itu cara membangunnya pun berbeda: gelombang pilot pertama dibuka kecil saja, dan setiap pesertanya kami dampingi langsung dari setup pertama sampai krunya absen sendiri tanpa dibantu.

Anda bicara langsung dengan pendiri dan pengembangnya, orang yang sama yang akan membaca masukan kru Anda dan mengerjakannya menjadi perbaikan. Peserta pilot juga yang pertama memakai setiap tahap berikutnya begitu tahap itu siap.

Status yang kami ceritakan apa adanya

Siftara masih tahap pilot. Masuk aplikasi untuk kru pilot masih sederhana. Penggajiannya sudah selesai dan sudah teruji, termasuk disandingkan dengan hitungan manual. Yang sedang ditulis sekarang adalah login email per perusahaan dan rilis Play Store. Kami menaruh semua ini di halaman ini, sebelum Anda menghubungi kami, karena kepercayaan yang dibangun dari awal lebih awet daripada yang dibangun dari janji.

Minta Demo Pilot

BAB BERIKUTNYA

Cerita ini belum selesai, dan kami tidak berpura-pura sebaliknya.

Dua bab sedang ditulis: login email untuk setiap perusahaan, dan rilis aplikasi di Play Store. Keduanya adalah pekerjaan yang sedang berjalan, bukan fitur yang bisa Anda pakai hari ini. Satu bab yang kemarin masih ditulis di halaman ini, penggajian, sudah selesai dan sudah menjadi bagian dari Siftara. Peserta pilot mendengar kabar setiap babnya langsung dari kami, bukan dari halaman pemasaran.

SERING DITANYAKAN

Yang biasanya ditanyakan sebelum mulai.

Di titik kerja kami tidak ada sinyal. Apakah tetap bisa?

Bisa. Absensi tercatat dulu di HP dan berangkat saat koneksi kembali. Justru untuk titik seperti itulah Siftara dibangun sejak awal.

HP seperti apa yang dibutuhkan karyawan?

HP Android yang sudah mereka bawa setiap hari. Atasan dan HR bisa membuka web admin dari browser komputer.

Bagaimana kalau ada yang mencoba memakai lokasi palsu?

Lokasi palsu yang terdeteksi ditolak, dan tombol absen pun baru menyala setelah akurasi GPS cukup baik. Percobaannya tercatat, jadi atasan bisa menindaklanjutinya dengan data, bukan dengan tuduhan.

Apakah penggajiannya mengikuti aturan pajak dan BPJS Indonesia?

Mengikuti. Pajak dihitung dengan TER dari PP 58/2023 dan ditutup rekonsiliasi Pasal 17 di bulan Desember. Iuran BPJS memakai tarif dan plafon yang berlaku, termasuk plafon upah JP Rp11.086.300 sejak Maret 2026. Mesin hitungnya sudah kami uji dengan hitungan manual di Excel, dan 28 dari 28 besaran cocok.

Apakah ada aplikasi iOS?

Belum ada. Hari ini Siftara berjalan di Android untuk karyawan dan web admin untuk atasan serta HR. Aplikasi iOS adalah rencana tahap berikutnya, dan kami tidak menjanjikan tanggalnya.

Berapa biaya ikut pilot?

Kami bahas saat demo, mengikuti jumlah kru dan kebutuhan setup perusahaan Anda. Halaman ini tidak memasang angka karena programnya tertutup dan pendampingannya langsung.

Kapan kru kami bisa mulai?

Setelah demo dan obrolan singkat, kami bantu menyiapkan data perusahaan dan titik absennya. Setelah itu kru mulai absen dari HP masing-masing.

Apakah data perusahaan kami tercampur dengan perusahaan lain?

Setiap perusahaan memakai ruang datanya sendiri di Siftara. Penguatan berikutnya, login email per perusahaan beserta aturan aksesnya, sedang dibangun, dan statusnya selalu kami ceritakan terbuka.

Setiap kru punya ceritanya sendiri. Ceritakan kru Anda.

Minta demo pilot lewat WhatsApp. Sebutkan jumlah kru dan titik kerja Anda, dan kami tunjukkan gambaran setup pilot untuk perusahaan Anda, lengkap dengan batas dan tahapnya, sebelum Anda memutuskan apa pun.

Minta Demo Pilot

Masuk Aplikasi